Berawal Dari Rasa Penasaran|Thursday, April 24, 2014
Anda berada di Home » Khasanah » Sejarah Olahraga Hockey (Bag. 1) : Masa Kuno
  • Berteman dengan saya di

Sejarah Olahraga Hockey (Bag. 1) : Masa Kuno 

‘Buli’ zaman Yunani kuno seperti tergambar pada relief tembok benteng penahan gelombang laut yang dibuat Themistocles di Athena pada tahun 478 sebelum Masehi. Relief ini kini disimpan di Museum Nasioan Yunani

Ada dua sumber asal-usul hockey (EYD : hoki), yaitu Persia Kuno dan Mesir Kuno. Seperti diketahui, hoki adalah suatu permainan yang dimainkan antara dua regu yang setiap pemainnya memegang sebuah tongkat bengkok dibagian ujung yang disebut stick (stick) untuk menggerakkan sebuah bola. Relief adegan permainanan stik dengan bola ini terdapat pada tembok kuburan di Lembah Raja dekat Bani Hasan di Mesir Kuno. Memeng di berbagai tempat terpencil di Mesir masa kini, permainan kuno ini masih dimainkan, dengan stik dari pelapah palem dn bola keras. Namanya pun mirip, yaitu hoksa. Dari Mesir, hoksa menyebar ke suku Arab dan bagian lain Afrika Utara, serta mungkin melalui Kreta ke Yunani. Suku Arab menyebutnya dahwa dan dimainkan dengan bola kayu. Suku Bahuka di Afrika menyebutnya thepu dan dimainkan dengan bola karet.

Teori lain menyebut asal-usul hoki adalah permainan polo, yaitu hoki berkuda. Polo memang sudah dikenal sejak lebih dari lima ribu tahun yang lalu di Persia Kuno dan merupakan olah raga kaum bangsawan. Olewh rakyat kebanyakan permainan yang mahal ini dipermurah jadi polo tanpa kuda, dan ini mirip hoki. Polo dan polo-tanpa-kuda ini kemudian menyebar ke dua arah. Satu kea rah India, Tibet, China dan Jepang, sedangkan satu lagi melalui Turkistan lalu menyeberang ke Yunani Kuno. Di Tibel dikenal dengan nama pulu, yaitu bolanya; mungkin nama polo berasal dari sini. Polo sempat popular di kalangan bangsawan China. Bahkan pada abad delapan juga dimainkan oleh kaum putrinya! Ini terungkap dari patung keramik putri bermain putrid bermain polo dari zaman Dinasti Tang. Di Jepang, polo ini dikenal dengan nama sico dan popular sekitar abad ke empat belas.

Mungkin penyebaran bangsa Mongolia, baik melalui Siberia ataupun Jepang dan menyeberangi jembatan pulau antara ujung kepulauan Jepang, semenanjung Kamsyatka dan Alaska ikut menyebabkan tersebarnya polo tanpa kuda ke benua Amerika. Setidaknya sejenis permainan hoki dikenal di Amerika Tengah dan Selatan. Misalnya pada kebudayaan Aztek, polo tanpa kuda ini merupakan permainan antarsuku bol dari kayu atau kulit binatang dan stik dari tulang binatang yang ujungnya melengkung. Suku Indian Auracana di Amerika Selatan memainkan apa yang disebut cueka denga stik dari kayu yang panjangnya 125 cm dengan ujungnya seperti sendok untuk memudahkan mengenai bola. Bolanya terbuat dari kayu sebesar bola bilyar serta lapangannya berbentuk segi empat panjang merupan arena yang dihimpit oleh sejenis tribune sepanjang garis tepi (± 300 meter). Garis tepi merupakan kaki tribune yang mencegah bola out.Garis gawang hanya +30 meter. Lapangan sudah ada garis tengahnya. Belum ada, tujuan permainan adalah memukul-mukul bola sedemikian hinga melampaui garis gawang lawan. Permainan dimulai dengan sejenis buli (bully) di titik tengah. Sudah mirip sekali dengan hoki masa kini bukan? Sayang permainan ini lebih untuk melatih keberaniaan berperang hingga sangat kasar dan banyak pemain terluka. Tak heran bila pada abad ketujuh belas permainan ini dilarang oleh penguasa setempat.

‘Buli’ zaman Yunani kuno seperti tergambar pada relief tembok benteng penahan gelombang laut yang dibuat Themistocles di Athena pada tahun 478 sebelum Masehi. Relief ini kini disimpan di Museum Nasioan Yunani

‘Buli’ zaman Yunani kuno seperti tergambar pada relief tembok benteng penahan gelombang laut yang dibuat Themistocles di Athena pada tahun 478 sebelum Masehi. Relief ini kini disimpan di Museum Nasioan Yunani

Telah disebutkan di atas bahwa penyebaran permainan ini ke Eropa melalui Yunani, baik yang asal-usulnya dari Persia maupun dari Mesir. Yang jelas sejenis permainan polo tanpa kuda, jadi lebih mirip hoki yang dikenal dengan nama horn. Ada relief di Atena yang dibuat oleh Themistocles (541-460 sebelum Masehi) pada tahun 478 sebelum Masehi yang memuat adegan permainan ini. Pada relief tampak enam remaja terlibat dalam permainan, dan ada adegaan buli, tapio dengan ujung stik menghadap ke bawah bukan ke atas seperti sekarang. Dari Yunani kemudian permainan ini mernyebar ke berbagai tempat di Eropa dan akhirnya juga ke Inggris dan Irlandia. Tak jelas bagaimana permainan ini sampai di sana, apakah melalui jalan darat ataukah laut. Yang jelas sebelum tarikh Masehi di Irlandia dikenal permainan stik dan bola yang disebut hurling. Diduga ada kaitannya dengan kebudayaan Kelt dan sisanya masih ada sampai sekarang. Di Inggris permainan in dikenal dengan nama kappan. Kemudian pada abad ketujuh belas dikenal dengan nama bandy yang dimainkan di pantai datar dank eras atau … di kolam es. saat musim dingin. Hoki es kemudian menyebar ke Skandinavia dan di kenal dengan nama bandy.

Sementara itu di Prancis, sekitar tahun 1300-1750, dikenal suatu permainan dengan tongkat bengkok yang ujungnya agak tebal yang di sebut krosse. Saat ini selain hoki lapangan dikenal pula hoki es. Dan sekitar tahun 1950 lahir pula hoki dalam ruang (indoor hoki). Yang akan dibicarakan lebih lanjut dalam tulisan ini terutama hoki lapangan, baik untyuk putra, putri, maupun campuran.

 

About the author: Rosid

Blogger | Social Media Planner | Web Developer | Bikin Ngiler | Suka Keder | Klenger

4 Komentar untuk Sejarah Olahraga Hockey (Bag. 1) : Masa Kuno

  1. aniee

    ka ross anii jadiin dokumenn ia ???

     
    • Rosid

      Sippp… dengan senang hati…. :)

       
  2. mahfuz hadi

    om izin copy paste ya

     
    • Rosid

      OK, Silahkan :)

       

Tambahkan sebuah komentar