internet sehat, aman dan manfaat

Beberapa tahun belakangan ini istilah Internet Sehat menjadi sebuah tagline utama di dunia teknologi berbasis inter koneksi ini, hal ini muncul seiringan dengan banyaknya perilaku dan aktivitas di internet yang dapat menimbulkan efek-efek negatif yang sering sekali melanggar aturan hukum dan norma-norma kehidupan di dunia nyata.

Dengan segala kelebihannya, internet seakan memberikan ruang tanpa batas yang dapat membuat penggunanya untuk berperilaku sesukanya, ketika kita melakukan setiap kegiatan di internet tidak jarang kita cenderung merasa bahwa semuanya adalah hak kita, tidak ada yang bisa membatasi kebebasan kita, kita menjadi lupa bahwa meskipun di dunia maya hak-hak kita telah dibatasi oleh hak orang lain, Contoh sederhana adalah : hak kita untuk berbicara, dan hak orang lain untuk menjaga privasi, jadi ketika kita berbicara sudah sepatutnya kita tidak membuka hak privasi orang lain, sebagaimana yang berlaku di kehidupan nyata.

Sebagai sebuah karya, internet lahir dari sebuah peradaban dan budaya, dimana komunitas dengan kemampuan cara berpikir, menganalisa dan berkarya yang berlandaskan pada teori-teori dan karya pada masa sebelumnya. Salah satu sifat ilmu pengetahuan adalah “berantai”, karya yang tercipta saat ini tidak bisa lepas dari keadaan sebelumnya dengan terus berinovasi sehingga lahirlah bentuk baru yang kadang sangat berbeda dari karya sebelumnya. Internet yang merupakan hasil karya manusia abad 20 & 21 bukan tidak mungkin akan mengalami perubahan yang revolusioner di masa berikutnya.

Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu kemudian disebut dengan Cultural-Determinism. Sedangkan Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. Berangkat dari teori-teori para ilmuan tersebut, kebudayaan cenderung bersifat abstrak, namun perwujudan kebudayaan adalah dapat dilihat dari benda-benda, perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya lahir dari masyarakat yang berbudaya yang ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat, dan salah satunya adalah internet.

Internet sebagai sebuah karya budaya, dengan dua sisi fungsuinya (positif & negatif) telah merubah banyak tatanan kehidupan dunia, antara lain :

  1. Transformasi informasi menjadi lebih cepat, dari yang dahulu bisa memakan waktu berhari-hari bahkan berbulan-bulan, kini hanya dalam hitungan detik sudah tersampaikan. Sisi negatifnya informasi yang terlalu cepat beredar akan sangat menjadi bahaya ketika informasi yang disampaikan tidak akurat atau bahkan hanya hoax (informasi bohong) semata.
  2. Sistem komunikasi menjadi lebih mudah, murah dan cepat. Hal yang paling menonjol dari perkembangan internet adalah lahirnya e-mail sebagai sarana berkirim surat yang sangat simpel, tentu saja dengan lahirnya e-mail maka kesan-kesan sistem komunikasi kita dulu dengan saling berkirim surat dengan secarik kertas, yang setiap waktu kita dapat membacanya kembali dengan bentuk rupa yang nyata kini sulit sekali untuk ditemui.
  3. Pola-pola perdagangan atau jual beli yang sebelumnya hanya mengandalkan sistem perdagangan manual, kini menjadi lebih cepat dengan adanya e-trading, dimana sang penjual menyajikan katalog barang-barang yang dijual atau diproduksi hanya melalui halaman website, kemudian si pembeli tinggal memilihnya, dan mentransfer sejumlah uang, maka barang yang diplih pun dikirim ke tempatnya dalam hitungan beberapa hari atau bahkan beberapa jam. Masalah akan timbul dimana barang yang dobeli tidak sesuai dengan informasi yang didapat sebelumnya.
  4. Sistem pemerintahanpun tidak luput dari pengaruh teknologi internet, hingga kemudian muncullah yang disebut dengan e-goverment. Hal ini lahir seiring dengan kuatnya tuntutan transparansi pemerintahan.

Beberapa perubahan tatanan tersebut menunjukan bahwa internet yang lahir dari kebudayaan juga menjadi budaya tersendiri yang efeknya akan mempengaruhi budaya sebelumnya atau bahkan melahirkan budaya baru.

Berbicara internet dan budaya, maka sekarang coba kita kembangkan dua hal tersebut dengan bangsa kita, Indonesia.

Kita dan dunia juga tahu, bahwa bangsa kita merupakan salah satu bangsa yang berbudaya tinggi, dan itu sudah ada sejak ratusan atau bahkan ribuan tahun yang lalu, hal ini ditandai dengan begitu banyaknya karya-karya yang lahir dari buah tangan dan pemikiran bangsa Indonesia, mulai dari benda-benda rupa, karya seni, perilaku, norma-norma dan lain sebagainya yang turut menjadi penunjang kebutuhan hidup masyarakat Indonesia.

Beberapa hasil budaya yang lahir :

  1. 100 % identik sangat Indonesia, artinya hasil budaya tersebut belum pernah ada di bangsa lain sebelumnya
  2. Beberapa hasil budaya juga lahir dari proses perpaduan (asimilasi) dengan budaya lain
  3. Diadopsi hampir secara keseluruhan dari bangsa lain, kemudian sedikit modifikasi untuk penyesuaian penggunaan, dan;
  4. Impor dari bangsa lain, kita terima pakai

Dari ketiga point diatas, yang paling sesuai dengan internet adalah point ke 3, dimana internet itu sendiri lahir di bangsa lain namun pada beberapa bagian dimodifikasi, dirubah, atau ditambahkan sistemnya untuk penyesuaian penggunaan dinegara kita.

Pada dasarnya internet memang lahir dari bangsa luar, namun pada perkembangan untuk mencegah ketertinggalan tentunya kita tidak dapat menutup diri dari perkembangan internet, (setidaknya kita dapat mengambil pelajaran dari Korea Utara). Karena adanya sistem adopsi dari luar, maka ada beberapa hal yang harus kita sesuaikan di negara kita, dan itu bukan hanya sekedar teknis seperti penyesuaian software, pengembangan aplikasi tambahan, dan lain sebagainya. Ada yang lebih penting dari itu, yaitu internet juga harus menjadi cerimanan budaya bangsa kita yang menjunjung tinggi etika, penuh kesederhanaan, menjaga kerukunan, penuh keramahan, berjiwa pekerja keras dan kreatif, semangat belajar, peduli dan berpegang teguh pada kejujuran.

Menjunjung Tinggi Etika

Meskipun di dunia maya, harus kita pahami betul bahwa kita tidak hanya berinterkasi dengan komputer, tetapi dengan sesama manusia yang sama-sama punya pikiran dan perasaan. Jadi, jagalah perilaku kita dengan baik sehingga kitapun akan mendapatkan perlakuan yang baik pula.

Gunakan tata bahasa dan tulisan yang baik, buang jauh-jauh kalimat cacian dan hujatan, karena tidak jarang apa yang keluar dari mulut atau tulisan kita merupakan gambaran siapa kita sesungguhnya, ibarat kata pribahasa “Apa yang keluar dari mulut botol, itulah isi botol“.

Kalau kita memasukan (upload) gambar diri kita, maka sudah sepatutnya gambar yang di hukum dan norma-norma yang berlaku, jangan jadikan selera sebagai tolak ukur kita. Sebelum berinteraksi dengan duni maya, ada baiknya kita menguatkan dulu kepribadian kita agar tidak mudah terpengaruh sehingga dengan mudahnya pula diri kita terombang-ambing oleh dunia maya.

Penuh Kesederhanaan

Salah satu hal yang sudah semakin luntur dari kepribadian budaya bangsa kita adalah kesederhanaan, semakin kuatnya arus hedonsme dan duniawi telah mengikis budaya sederhana, dengan semakin pudarnya kesederhanaan maka kitapun semakin dibuat lelah karena terus mengikuti tuntuan keinginan hidup yang “kadang” itu sama sekali bukan suatu kebutuhan. Oleh sebab itu, baik didunia maya sekalipun kesederhanaan harus tetap dijunjung, karena bagaimanapun dunia maya ada karena dunia nyata.

Salah satu hal yang dapat menjadi gambaran kesederhanaan adalah jadikan internet sebagai sesuatu yang benar-benar memberikan nilai manfaat, dan dimanfaatkan sebaik mungkin. Salah satu kunci kesederhanaan adalah kita hidup jangan berdasar keinginan, tetapi berdasarkan kebutuhan, antara kebutuhan dan keinginan tentunya adalah sesuatu yang berbeda.

Memelihara Rukun

Internet telah memberikan ruang terbuka kepada kita untuk berinteraksi dengan siapapun, sehingga peluang untuk mendapatkan teman, kawan, sahabat dan persaudaraan semakin besar. Bangsa kita yang sudah majemuk membliki potensi yang besar untuk menguntungkan, namun juga sangat rentan akan gesekan. Demikian halnya dengan dunia maya, banyak kita temui thread-thread forum atau diskusi yang kadang berujung pada saling caci dan saling makI, dan tidak sepatutnya terjadi.

Bangsa kita sudah penuh dengan keragaman, jadi tidak perlulah bertindak atau berkata hal-hal yang berbau kontroversial, kita hargai pendapat orang dan jangan memaksakan pendapat sendiri. Ketika kita bertanya disuatu forum, maka cobalah bertanya dengan baik, sifatnya bertanya berarti kita butuh pengetahuan, selayaknya kebutuhan maka pintalah dengan sopan dan santun. Apabila ada sesuatu hal yang bersifat kritik, saran, koreksi dan lain sebagainya maka sampaikanlah secara Private Message (PM) agar yang kita maksud tidak menyinggung dan tidak membuat yang bersangkutan tidak merasa direndahkan di forum umum.

Internet harus menjadi bagian pemersatu diantara kita, menguhubungkan barat dan timur, utara dan selatan, dan adanya akses internet kita dapat saling mengenal dan memahami.

Penuh Keramahan

Sikap ramah tidak hanya berlaku di dunia nyata, didunia mayapun sikap ramah harus tetap dipelihara, sebagaimana telah diuraikan diatas bahwa kita di internet berhubungan dengan sesama manusia, meskipun dunianya maya tetapi ada di dunia nyata, meskipun dunianya maya tetapi perasaannya nyata. Internet dihuni oleh banyak orang, bukan komputer. Dan namanya manusia bisa saja berbuat salah jadi harus bersiap diri untuk memaafkan.

Ketika ada orang lain yang bertanya kepada kita tentang suatu hal, atau mungkin ingin berkenalan dengan kita maka tanggapilah secara ramah namun tetap penuh kehati-hatian, karena apa yang ada di internet tidak semuanya benar. Pengenalan dunia maya hanya sebatas mengenal sejauh mana mampu mengira-ngira, membaca, dan menganalisa dengan segala logika yang ada. Selebihnya adalah kehati-hatian dan yang terpenting jangan melihat seseorang dari akun-nya.

Bekerja Keras & Kreatif

Meskipun bangsa kita masih jauh dari predikat maju, nbamun itu bukan berarti kalau bangsa kita bangsa yang malas. Sejarah mencatat bahwa para leluhur kita memiliki semangat kerja yang keras dan kreatifitas yang tinggi, seyogyanya semangat itu harus tetap ada dalam diri kita. Internet tidak hanya sebagai sarana, juga memberikan peluang kepada kita baik secara finasial, materil maupun moril. Apa yang dilakukan didunia nyata, sudah banyak yang bisa dilakukan melalui dunia maya.

Dengan sifatnya yang multi guna, internet memberikan kesempatan kepada kita untuk mengembangkannya. Bagi anda yang konsen di dunia dakwah internet dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah, bagi yang konsen di dunia internet juga dapat menjadi sarana pendidikan, dan lain sebagainya.

Untuk perkembangannya internet membutuhkan alat pendukung yang disebut perangkat lunak (software), dan ini juga merupakan peluang bagi kita menciptakan software-software yang bermanfaat. Masih hangat diingatan kita dua orang siswa kakak-beradik asal Bandung yaitu Fahma-Hania mampu menciptakan software berbasis flash yang akhirnya membawa mereka ke singgasana juara pada International Asia Pacific Information and Comunication Technologi Award (APICTA) di Malaysia. Hal ini mengisyaratkan bahwa sesungguhnya bangsa kita memang benar-benar mampu dan kreatif.

Mau Belajar

Dengan perkembangannya yang kian pesat, internet akan terus berinovasi. Sehingga mau tidak mau kita dituntut untuk terus menerus belajar untuk bukan hanya sekedar sebagai pengguna tetapi juga pengembang. Banyak sekali media belajar yang terdapat di internet, dan media paling kuat untuk belajar di internet adalah blog. Percaya atau tidak bahwa blogger dengan medianya blog merupakan ujung tombak penyebaran informasi paling luas di internet, selain itu blog juga memiliki ciri khas yang kuat yaitu thinking, writing & sharing.

Semangat belajar di internet coba saya representasikan sendiri, hingga akhirnya dengan penuh kegembiraan saya dapat merangkai blog sederhana yang sedang sobat singgahi saat ini. Kalu ditanya belajar dimana ?, jelas saya bingung, sehingga tidak jarang saya jawab saja “Belajar sama om Google“. Dan fakta umumnya ternyata memang demikian :-)

Ketika belajar dengan mencari-cari materi yang dimaksud tidak ketemu, amaka alternatif  lainnya adalah bertanya di mlis atau forum (misal ; forumdetik, indowebster, kaskus, dll). Tiap forum atau milis meiliki aturan khusus mengenai obyek bahasan, jadi sebelum menjadi member sebuah forum ada baiknya aturan-aturan tersebut dipelajari terlebih dahulu.

Peduli

Sebagai bangsa yang tepo seliro, sudah sepatutnya di internetpun kita tetap memiliki sikap peduli, contoh-contoh sederhana bentuk kepedulian di internet adalah :

  1. Membangun komunitas peduli bencana alam dan peduli atas suatu kasus yang tidak adil, bentuk kepedulian yang utama di internet adalah membangun semangat bersama yang kemduian diwujudkan lebih nyata di dunia nyata.
  2. Membantu orang lain yang sedang mencari-cari informasi yang penting dan bermanfaat dengan memberikan informasi yang benar dan tidak asal.
  3. Memberikan pengawasan terhadap anak dalam penggunaan internet, meskipun si anak tersebut bukan bagian dari kita terlebih lagi itu keluarga kita. Hal ini untuk melindungi anak0anak dari pengaruh buruk yang memang ada di internet.

Jujur

Jujur disini bukan berarti kita harus mengungkapkan diri kita selengkap mungkin yang pada akhirnya justru menjadi masalah. Jujur disini adalah minimal apa yang kita sampaikan di internet itu bukan sesuatu yang merugikan orang lain. Contoh, kita menyebarkan informasi tentang suatu persitiwa yang sebetulnya itu tidak, yang pada akhirnya akan menimbulkan keresahan bagi orang lain.

Hal yang juga berkaitan dengan kejujuran di internet adalah jangan terlalu mudah percaya dengan internet, karena tidak semua yang dikatakan internet itu benar, dan kita harus menjadi bagian dari yang benar tersebut. Satu lagi yang tidak kalah penting, yaitu perihal copy-paste, sebetulnya tidak ada yang salah dengan copy-paste selama kita jujur mengatakan darimana sumbernya dan lebih bagus lagi mendapatkan persetujuan dari sumbernya. ;-)

Penutup

Untuk menjaga penggunaaninternet agar tidak menyimpang, pemerintah telah mengesah UU-ITE, namun undang-undang saja tidak cukup, dibutuhkan kesadaran dari kita semua untuk mematuhinya. Sebagian dari kita memang tidak tahu bahkan tidak faham isi dari UU-ITE tersebut, tetapi dengan memaksimalkan nilai-nilai budaya bangsa yang saya uraikan diatas menjadi nilai-nilai budaya berinternetan maka saya yakin kita mampu membangun pola Internet Sehat yang ternyata InternetSehat itu Indonesia banget.

Apapun yang terjadi didalam internet, internet ada dari dunia nyata, dikendalikan oleh dunia nyata, dan memberikan  efek kepada dunia nyata. Sahabat saya, Kang Iboy pernah menegaskan suatu kalimat “Jadikan dunia maya sebagai ajang komunikasi dan dunia nyata sebagai ajang silaturahmi” kemudian membuka gagasan saya untu menegaskan kalimat yang tidak jauh berbeda “Dunia maya sebagai ajang informasi dan dunia nyata sebagai ajang kreasi”.

Budayakan Internet Sehat, Sehatkan Budaya Internet –  Internet Sehat, Budaya Sehat !

Sumber Gambar :

  • www.royyan.deviantart.com
  • www.internetsehat.org

Sumber Referensi :

  • bandungvaganza.blogdetik.com
  • detik.com
  • id.wikipedia.org
  • kaskus.us
  • telkomspeedy.com


Tentang Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>